|
Lokakarya Peta Hijau di Gunung Kawi, Malang

Malang bukan pemain baru dalam peta hijau di Indonesia. Namun, mereka telah lama tanpa kabar. Gerak pertama komunitas Peta Hijau Malang dimulai pada tahun 2003 ketika tim Peta Hijau Yogyakarta membantu menginisiasi peta hijau di kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Lepas lokakarya, bukan peta yang langsung terwujud, melainkan sebuah sistem website yang beralamat di http://greenmap.or.id atas inisiatif arek-arek "Ngalam" (kebalikan nama Malang yang lazim digunakanĀ anak muda Malang) itu. Komunitas Peta Hijau Malang baru kembali menggeliat usai Pertemuan Nasional Peta Hijau 2007 di Mojokerto. Proses pemetaan kampus coba digagas kembali. Namun, langkah itu tak berlangsung lama karena anggota tim mulai terpencar setelah lulus kuliah. Pada akhir tahun 2009 ini, sebuah strategi baru dicoba kembali. Komunitas Peta Hijau Malang siap tampil.
Peta Hijau untuk Malang
Gagasan mengaktifkan kembali peta hijau di Malang mulai menguat pada saat Pertemuan Nasional Peta Hijau di Borobudur pada pertengahan Juli 2009 lalu. Tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang; Edo, Lauren, dan Dono, hadir sebagai pemula yang awam tentang peta hijau. Namun, minat dan perhatian serius tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Unibraw ini mampu dengan cepat mewujudkan langkah-langkah mengaktifkan kembali kegiatan peta hijau di Malang.
Dengan bantuan Ferry Agusta, yang sempat aktif bersama tim Peta Hijau Yogyakarta selama kuliah di Yogyakarta, sebuah awalan dimulai pada akhir Agustus 2009 lalu. Sebuah sesi presentasi Peta Hijau disisipkan dalam kegiatan pekan orientasi mahasiswa baru Fakultas Pertanian Unibraw. Kemudian, sebagai tindak lanjut, sebuah awalan bagi proyek peta hijau pun mulai direncanakan dari luar tembok kampus, menuju perdesaan di kaki pegunungan.
Awalan dari Gunung Kawi
Kawasan pegunungan menjadi tempat yang dipilih oleh para inisiator Peta Hijau Malang Raya. Sesuai dengan minat dan latar belakang sebagian besar pegiat dan relawan yang terlibat, kegiatan peta hijau di Malang ini akan difokuskan pada bagaimana memanfaatkan perangkat peta hijau untuk mendukung pengembangan sistem pertanian dan mata pencaharian pedesaan lain yang berkelanjutan. Pemetaan potensi perdesaan dengan metode peta hijau dianggap cukup tepat guna untuk dijadikan langkah pengumpulan data yang akan dijadikan landasan berpijak ke depan.
Dusun Gendogo di Desa Balaisari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang menjadi tempat yang dipilih sebagai tempat percontohan. Pada tanggal 7 - 8 November 2009 lalu, sebuah lokakarya pelatihan untuk fasilitator Peta Hijau digelar dengan peserta para mahasiswa dari Malang. Sekitar 30 orang mahasiswa, baik peserta maupun panitia, berkumpul untuk mencoba mengidentifikasi potensi pedesaan di Dusun Gendogo selama 2 hari. Usai pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi fasilitator pemetaan dengan metode peta hijau, yang akan dilakukan bersama para warga setempat.
Kaki Gunung Kawi yang asri ini kental dengan warna spritual. Ada banyak situs spiritual yang merupakan peninggalan dari kerajaan di masa jawa Kuna hingga masa pengaruh Islam masuk ke tanah Jawa pedalaman pada paruh pertama abad XIX M. Beragam situs makam dan mata air tampil menjadi tempat pemujaan yang ramai dikunjungi orang dari banyak wilayah di sekitar Malang dan kota-kota lain. Namun begitu, kegiatan penduduk setempat tak lalu terpengaruh sama sekali dengan riuh rendah nuansa wisata spritual itu. Masyarakat desa lainnya tetap dengan kegiatan utamanya sebagai petani ladang dan mengelola kebun atau ternaknya. Namun sayang, tak banyak anak muda desa yang tinggal untuk mengelola aset desanya. Hampir sama seperti wajah banyak perdesaan lainnya di Jawa, sebagian besar dari mereka memilih bekerja di ke kota atau menjadi tenaga kerja di luar negeri.
Ragam potensi dan masalah yang terpetakan telah menjadi informasi yang dapat dikemas menjadi pengetahuan oleh para peserta lokakarya. Usai pelatihan dua hari itu, mereka akan disiapkan untuk menjadi fasilitator yang akan memetakan secara lebih mendalam potensi Dusun Gendogo bersama masyarakat setempat. Langkah-langkah perencanaan kawasan perdesaan menuju perubahan kehidupan yang lebih baik tentu saja menjadi tujuan utama. Upaya bersama yang tidak sebentar ini akan terus dipelihara agar Peta Hijau Malang Raya terus aktif bergeliat dan benar-benar menjadi manfaat bagi masyarakat Malang Raya. Kami pun menantikan dukungan dan keterlibatan aktif Anda dalam proses ini.
Fasilitator Peta Hijau - Green Map Indonesia Elanto Wijoyono Hani Raihana
Sekretariat Peta Hijau Malang Jl. Tirto Rahayu No. 20 Landungsari, Malang, Jawa Timur 65151 Indonesia Telp.: 0341 460 008 e-mail:
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Kontak: Ferry Agusta, Laurensius Sutrisno, Edo, Dono
|