Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Meninjau Kota Sepeda dari Sudut yang Tepat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Minggu, 27 September 2009 21:23

Langkah Lanjut Kegiatan Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta

Kalimat berita tanpa subjek di atas sejatinya adalah sebuah kalimat pertanyaan. Setelah euforia bersepeda kembali terbit di kota Yogyakarta dalam kurun waktu paling lama dua tahun terakhir, hal apa saja yang bisa kita nilai dari perkembangan yang ada itu? Ada beragam pertanyaan yang muncul yang harus segera disikapi.


Watch out, guys! they take our lane 



Dengan semakin bertambahnya peminat sepeda, apakah sejurus dengan pertambahan jumlah pesepeda aktif di kota ini? Lalu, dengan dibangunnya beberapa lajur sepeda di sejumlah ruas jalan utama kota juga berdampak pada makin meningkatnya kualitas keamanan dan kenyamanan bersepeda di Yogyakarta? Ada lagi, bagaimana pula kualitas pelayanan parkir bagi para pesepeda di tempat umum hingga saat ini? Bahkan, seberapa tinggikah jaminan keberlangsungan program bersepeda yang digiatkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta akan terus bersambut usai Walikota Yogyakarta Herry Zudianto tidak menjabat lagi?

Apakah perkembangan yang terjadi hingga jelang akhir tahun ini bisa dianggap sebagai kenaikan kualitas lalu lintas di Yogyakarta atau justru dipandang tetap, atau bahkan memburuk atau menurun? Tentu saja untuk bisa memberikan penilaian yang tepat, harus ada langkah sistematis dengan metode yang tepat yang harus dilakukan.

Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta sejak awal tahun 2007 telah mencoba merekam beragam tempat dan kejadian yang terkait dengan situasi bersepeda di jalanan Kota Yogyakarta. Pelbagai data dan informasi yang terkumpul antara lain dapat dijadikan bahan pendukung diskusi dan pengambilan keputusan di berbagai forum. Namun, sejak awal tahun 2009, data yang terkumpul tidak banyak ditinjau ulang dan diperbarui. Sementara, situasi lalu lintas dan sarana-prasarana pendukungnya telah makin berkembang dan berubah; yang antara lain disebabkan oleh diskusi berlandaskan data dan informasi dari peta hijau itu sendiri.

Langkah apa yang hendaknya kita lakukan bersama sebagai pemeta hijau?

Dalam diskusi Tim Peta Hijau Yogyakarta pada Minggu (27/09) siang hingga sore tadi di Nagan Lor 19a, Koordinator Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta Thomas Widiyanto menyebutkan bahwa pembaruan data adalah hal utama dan pertama yang harus dilakukan. Dalam tim yang kecil saja, proses pembaruan data bisa segera dimulai. Bahkan, dengan sistem Open Green Map yang telah terbangun, proses unggah data ke database online bisa dilakukan setiap saat. Sebagai rencana jangka pendek hingga akhir periode 2009 ini, direncanakan Tim Peta Hijau Yogyakarta akan melakukan survei Peta Hijau Sahabat Sepeda bersama pada setiap akhir pekan atau libur yang tidak diisi dengan agenda lokakarya. Data yang terkumpul hingga akhir tahun akan langsung tersimpan dalam sistem Open Green Map dan siap digunakan untuk diolah sebagai informasi bagi pihak yang memerlukannya. Tentu saja langkah ini akan dilanjutkan dengan pembaruan data secara rutin sepanjang tahun berikutnya, usai evaluasi dilakukan di akhir 2009.

Penilaian untuk Perencanaan yang Lebih Baik

Kembali ke ragam pertanyaan yang muncul di atas, dipandang bahwa melakukan sebuah proses penelitian mengenai situasi terkini adalah penting untuk dilakukan. Sistem lalu lintas bersepeda baru di Yogyakarta ini adalah sistem baru yang belum memiliki mekanisme monitoring dan evaluasi khusus; terutama yang dapat dilakukan oleh publik. Bagaimana sikap masyarakat terhadap keberadaan lajur sepeda baru di 34 ruas jalan kota, disandingkan dengan keterbatasan ruang parkir kendaraan bermotor di badan jalan dan beragam faktor lain, menjadi satu contoh bagian dari sistem yang dapat diteliti.

Lebih jauh, sebuah sistem kehidupan di masyarakat tentu harus didukung dengan suatu peraturan hukum yang menjadi landasan aksi pengorganisasian sistem itu sendiri. Kita telah punya Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkungan Jalan beserta peraturan pemerintah sebagai turunannya yang mengatur beberapa prinsip umum. Sementara, di tingkat tempatan Kota Yogyakarta, aturan itu harus berhadapan dengan penerapan peraturan daerah (perda) yang memiliki konteks aksi yang lebih tempatan, seperti Perda tentang Penyelenggaraan Perparkiran, Perda tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum, dan Perda tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir. Ketiganya telah ditetapkan oleh DPRD Kota Yogyakarta pada hari Senin, 29 Juni 2009; yang hingga saat ini tersimpan di Bagian Hukum Kota Yogyakarta menunggu persetujuan Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta. Peran peraturan hukum dalam mempengaruhi perubahan situasi dan sikap masyarakat terhadap sistem lalu lintas di Kota Yogyakarta, terutama yang terkait dengan kegiatan bersepeda, juga menjadi penting untuk diteliti. Rekomendasi yang tepat bisa membantu menjadi landasan pikir untuk perumusan peraturan daerah terkait kegiatan bersepeda jika memang diperlukan.

Kesimpulan atas penelitian, baik terhadap kualitas sarana-prasarana penunjang sistem maupun perubahan sikap masyarakat sebagai dampak, tentu akan bisa menjadi sebuah dasar pengambilan keputusan yang baik untuk perencanaan dan pengembangan sistem itu ke depan. Dalam konteks ini, Peta Hijau Sahabat Sepeda bisa menempatkan diri tidak hanya sebagai sebuah mekanisme perekaman tempat dan kejadian terkait situasi bersepeda di Kota Yogyakarta oleh publik; yang partisipatoris. Namun, Peta Hijau Sahabat Sepeda, dengan kriteria ikonisasi Peta Hijau yang bisa dijadikan sebagai variabel dalam penelitian, bisa mengelola pula suatu langkah penelitian untuk mendukung sistem basis data dunia bersepeda kota Yogyakarta yang telah terbangun di sistem Open Green Map. Dua langkah ini akan dikerjakan oleh Tim Peta Hijau Yogyakarta hingga akhir tahun 2010 mendatang. Harapan kami, langkah ini akan membantu masyarakat untuk bisa menilai kualitas lalu lintas dan kegiatan bersepeda yang telah terbangun secara lebih tepat. Jika ada hal yang baik maka bisa semakin didorongkan dan jika ada hal yang kurang maka bisa memberikan informasi peluang atau bagian yang perlu diperbaiki. Tertarik bergabung bersama kami?

Kontak Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta: Thomas Widiyanto

Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta 2007 - 2008:
di Sistem Google Map
di Sistem Open Green Map
dalam tipe .pdf



blog comments powered by Disqus
LAST_UPDATED2
 

15 Tahun Green Map


Galeri Foto

Open Green Map

OpenGreenMap

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


GreenMap.Org


Pemeta Hijau

You are here  : Home Peta Hijau di Indonesia Yogyakarta Meninjau Kota Sepeda dari Sudut yang Tepat