Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Jelajah Pusaka - Jejak Peradaban Islam di Pusat Tanah Jawa PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Jumat, 19 September 2008 13:01

Jejak peradaban muslim awal di pedalaman Jawa bagian tengah baru muncul setlah sekian lama Islam merambah pesisir utara Jawa sejak awal milenium kedua Masehi. Salah satu bukti terkuat tersebarnya Islam di pusat tanah Jawa mewujud dalam bentuk sebuah kesultanan Islam, Mataram. Usai meredupnya pamor Kasultanan Pajang, Mataram muncul sebagai sebuah kerajaan Islam pada paruh kedua abad XVI M. Kasultanan yang diproklamasikan oleh Panembahan Senopati itu pun menandai jejak ter-Islamkannya tanah yang sejak ratusan tahun sebelumnya juga bernama Mataram yang kental dengan warna Hindu - Buddha-nya. Kotagede adalah tempat yang menjadi ibukota pertama Mataram Islam, sebelum kemudian berpindah ke Plered pada paruh awal abad XVII M.

Sejak awal, konsep pemerintahan Mataram Islam yang diusung adalah konsep ajaran Islam yang tercermin antara lain dalam gelar raja sebagai khalifatullah, wakil Allah di dunia. Secara fisik, perwujudan konsep Islam tampil dengan keberadaan masjid kerajaan (Masjid Besar Mataram) yang dibangun di dekat keraton, di sebelah barat alun-alun. Namun, praktik-praktik pra-Islam tetap dipelihara dan diwujudkan dalam pengkultusan terhadap raja dan berbagai upacara yang harus dilaksanakan, baik di kompleks masjid maupun makam kerajaan.


Lama berselang, hampir genap tiga ratus tahun, baru muncul gerak praktik ke-Islam-an yang sedikit banyak berbeda di Kotagede. Adalah Muhammadiyah, gerakan yang di Kotagede dipimpin oleh Kyai Amir; yang bertujuan membersihkan ajaran Islam dari praktik menyimpang (bid’ah dan khurafat). Gerak organisasi yang kemudian berkembang luas ke seluruh Indonesia ini tentu saja, mau tidak mau, bersentuhan langsung dengan praktik-praktik “menyimpang” dalam bentuk mitos, kultus, dan tradisi yang telah lama berakar kuat di Kotagede. Namun, justru, Muhammadiyah cukup kuat berkedudukan di bekas ibukota kerajaan tersebut. Bahkan, ketika Kotagede mendapatkan pengaruh kuat gerakan komunis, Muhammadiyah mampu berperan untuk menumpas unsur-unsur Partai Komunis Indonesia di Kotagede. Saat ini, Islam tetap menjadi agama mayoritas di Kotagede. Namun, di antara lalu lalang para santri, masih bergeliat pula beragam praktik spiritual yang tercampur dengan nilai-nilai tradisi lama.

Jejak peradaban muslim Jawa yang bersentuhan dinamis dengan masyarakat penganut tradisi dan budaya lama itu tak sedikit meninggalkan jejak yang hingga kini masih bisa disaksikan. Berbagai situs sejarah dan juga peristiwa atau kegiatan masih bisa dilihat dan dialami. Sebuah pengalaman, wawasan, dan inspirasi luar biasa berharga tentu saja akan didapat ketika pelajaran itu bisa dipetik di tengah nuansa bulan Ramadhan ini. Dengan menelusuri jejak awal peradaban Islam di pusat tanah Jawa ini, semoga akan bisa menjadikan pemahaman terhadap praktik-praktik spiritual keagamaan semakin kaya makna dan sudut pandang.

Dengan tujuan tersebut, Komunitas Peta Hijau Yogyakarta dan Senthir (The Youth Spirit of Jogja Heritage Society) bekerjasama untuk menggelar acara Jelajah Pusaka - Jejak Peradaban Islam di Pusat Tanah Jawa. Dengan dukungan penuh pegiat Yayasan Kanthil Kotagede, acara ini akan diselenggarakan sebagai kegiatan alternatif menunggu berbuka puasa (ngabuburit).

Bentuk kegiatan:

1. Jelajah situs-situs pusaka Kotagede yang menampilkan jejak-jejak perkembangan peradaban Islam (kompleks Masjid Besar Mataram, Kampung Jagalan, Masjid Perak, Kampung Pandean, Kampung Alun-alun, rumah dan langgar Prof. Kahar Muzakir, Watu Gilang, Pasar Kotagede).
2. Buka puasa bersama di Pasar Kotagede (tradisi kontemporer selama Ramadhan di Pasar Kotagede)
3. Sholat Maghrib bersama di Masjid Besar Mataram

Peserta:

Acara jelajah ini terbuka untuk umum.
Biaya pendaftaran Rp 20.000,00 per orang (bisa dibayarkan pada saat acara)
Fasilitas bagi peserta a.l. Peta Hijau Saujana Budaya Kotagede dan makanan kecil untuk berbuka puasa.

Waktu dan tempat kegiatan:

Hari, tanggal: Minggu, 21 September 2008
Pukul: 15.00 - 18.30 WIB
Tempat: Peserta kumpul di bangsal depan jalan masuk Masjid Besar Mataram (Kampung Dondongan). Sholat Ashar bisa dilakukan di Masjid Besar Mataram.
Parkir kendaraan di halaman masjid dan area Wringin Sepuh.

Informasi dan pendaftaran:

- Elanto Wijoyono (0815 7865 8586) e-mail: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
- Kusuma Rully (085920662530) e-mail: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


blog comments powered by Disqus
LAST_UPDATED2
 

15 Tahun Green Map


Galeri Foto

Open Green Map

OpenGreenMap

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


GreenMap.Org


Pemeta Hijau

You are here  : Home Peta Hijau di Indonesia Yogyakarta Jelajah Pusaka - Jejak Peradaban Islam di Pusat Tanah Jawa