| Kegiatan |
|
|
|
| Ditulis oleh Peta Hijau |
| Kamis, 12 Oktober 2006 05:13 |
|
Kegiatan-kegiatan Peta Hijau adalah kegiatan berbasis kerelawanan yang dikelola oleh komunitas, lembaga, atau kelompok pegiat Peta Hijau yang tersebar di banyak daerah di Indonesia. Kegiatan-kegiatan ini ada yang bersifat lokal dan ada yang merupakan kegiatan bersama di level nasional. Masing-masing lembaga pegiat ini bersifat independen dalam mengelola dan mendanai kegiatannya. Hubungan antara masing-masing lembaga pegiat peta hijau dengan sekretariat Green Map di New York, Amerika Serikat dan sekretariat jaringan Peta Hijau di Yogyakarta bersifat koordinatif, bukan hierarkis. Siapapun dan di manapun bisa menjadi pegiat dan mengambil bagian di sini. Kesempatan sebagai relawan terbuka di setiap program kegiatan. Anda pun bisa menjadi pelopor kegiatan peta hijau di daerah Anda. Sila hubungi kontak setiap kegiatan atau kontak komunitas kami untuk keterangan lebih lanjut. Program Kegiatan: BANDUNG, JAWA BARAT1. Peta Hijau Braga Jangka Waktu: 2005 - 2007 BOGOR, JAWA BARAT 1. Peta Hijau Bogor Jangka Waktu: 2007 BOROBUDUR, JAWA TENGAH1. Peta Hijau Mandala Borobudur
Borobudur itu bukan candi saja, begitu sering diungkapkan oleh para pegiat wisata yang juga penduduk lokal di sekitar Taman Wisata Candi Borobudur. Memang benar, potensi kawasan itu ternyata sangat banyak dan sayangnya tidak semuanya terinformasikan, sehingga potensi yang ada tidak berkembang. Ada banyak sentra kerajinan tradisional, kelompok kesenian tradisional, lahan pertanian, hingga pariwisata pedesaan di sekeliling Borobudur, Magelang, Jawa Tengah yang mendapatkan tantangan kuat untuk terus bisa bertahan. Diawali sejak tahun 2005, peta hijau ini akan melanjutkan proses pemetaan kawasan bersama komunitas pemandu wisata lokal dan pelajar sekolah menengah lokal di Borobudur. Proyek Peta Hijau Mandala Borobudur ini menjadi proyek nasional yang melibatkan pegiat peta hijau lintas wilayah. Pada tahap pertama di tahun 2008 - 2009, zona 1 dan zona 2 adalah prioritas wilayah yang akan dipetakan. Zona-zona berikutnya akan dipetakan secra bertahap pada tahap berikutnya di sepanjang tahun 2009. Jangka Waktu: 2005 - 2009 JAKARTA, DKI JAKARTA1. Peta Hijau Jakarta
Proses pemetaan kawasan ibukota ini akan didasarkan pada jaringan transportasi publik/massal, yakni jaringan Bus TransJakarta dan Kereta Rel - Listrik. Sebuah seri survei yang diagendakan secara rutin setiap bulannya telah dilakukan sejak bulan September 2008 hingga Januari 2009 depan melibatkan puluhan sukarelawan pada setiap tahapnya. Mereka memetakan segala potensi kebaikan dan keburukan, baik dari sisi lingkungan alam maupun budaya yang terdeteksi terutama di sekitar jalur jaringan transportasi publik di atas. Beberapa gagasan rekomendasi pengembangan kawasan tersurvei adalah penambahan area taman kota, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pembangunan jalur pejalan kaki dan sepeda. Jangka Waktu: 2008 - 2009 MAKASSAR, SULAWESI SELATAN1. Peta Hijau Makassar
Kota pelabuhan di pantai timur di ujung selatan Pulau Sulawesi ini sejatinya memiliki banyak sisi menarik. Namun, sayang, potensi yang banyak tersebar dan tersimpan lestari itu tidak banyak diketahui oleh masyarakatnya, terutama generasi mudanya. Oleh karena itu, pegiat Green Map di Makassar yang merupakan "veteran" proyek Peta Hijau Buton (2005) pun menggagas proyek pemetaan di Makassar dengan mahasiswa sebagai ujung tombak kegiatannya. Para mahasiswa Makassar yang aktif itu akan diajak untuk mendokumentasikan segala potensi kota tempatnya tinggal dan berkegiatan, serta kemudian coba mencari arah solusi untuk mengatasi berbagai masalah perkotaan yang ada dan perlu segera mendapatkan penanganan. Jangka Waktu: 2008 - 2009 MEDAN, SUMATERA UTARA 1. Peta Hijau Saujana Budaya Melayu Kota Medan
Inisiatif itu muncul dari balik pagar kampus Universitas Sumatera Utara. Bersama sejumlah mahasiswa dari beberapa fakultas, sebuah lokakarya peta hijau diadakan pada awal Maret 2008 sebagai awal proses pemetahijaun salah satu kawasan di Kota Medan yang mengandung kekayaan budaya dengan segala tantangan dan permasalahan lingkungannya. Proses pemetaan ini sedang berjalan dan tim membuka kesempatan kepada siapapun yang berminat menjadi relawan untuk bergabung dalam kegiatan ini. Jangka Waktu: 2008 SURABAYA, JAWA TIMUR1. Peta Hijau Surabaya
Berangkat dari sebuah proyek kelas matakuliah arsitektur perkotaan, proyek peta hijau ini dilangsungkan. Para mahasiswa diajak untuk mengenali kawasan perkotaan Surabaya secara lebih mendalam dengan metode peta hijau. Hasil pemetaan ini, selain sebagai hasil tugas belajar, akan dijadikan bahan diskusi berlanjut mengenai kawasan perkotaan Surabaya bersama elemen masyarakat yang lebih luas. Jangka Waktu: 2007 -2008 YOGYAKARTA, D.I. YOGYAKARTA1. Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta
Bersepeda adalah kegiatan yang menyenangkan. Bersepeda pun tidak serta merta menghambat pekerjaan dan kegiatan harian. Jadi, kenapa tidak kembali bersepeda? Semangat ini menjadi awal gelaran pemetaan jalur, titik, dan kegiatan (ber)sepeda di seantero Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Tak hanya yang berbau sepeda, hal-hal yang menyangkut kegiatan berlalulintas non-motor dan transportasi publik juga menjadi target yang dipetakan. Tak lupa pula menyoroti hal-hal negatif yang menjadi tantangan kegiatan bersepeda di kawasan perkotaan. Jangka Waktu: 2006 - 2008 2. Peta Hijau Komunitas Literasi Yogyakarta
Budaya membaca ternyata bisa diwujudkan dengan berbagai kegiatan, dan juga, dengan berbagai medium. Membaca bisa dimaknai dengan proses untuk memahami dan mempelajari lingkungan dengan segala caranya; baik secara tertulis, audio, hingga audiovisual, dan juga pengalaman bergiat itu sendiri. Berbagai komunitas, kelompok, dan lembaga di Yogyakarta dan sekitarnya menggiatkan budaya literasi dengan ragam metodenya sudah tentu akan memberi dampak bagi masyarakat penerima manfaatnya. Sebagai lanjutan dari keikutser
taan
Komunitas Peta Hijau Yogyakarta di Festival Literasi Indonesia 2007, kegiatan pemetaan ini akan memetakan komunitas-komunitas literasi di Yogyakarta dan sekitarnya dengan berbagai kegiatannya. Jangka Waktu: 2007 - 2008
Diawali sebagai sebuah proyek percobaan untuk memetakan kawasan dengan medium video, kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang cukup baik. Beberapa proyek video berlandaskan sistem peta hijau telah dikerjakan di beberapa kawasan di Yogyakarta, Wonosari, dan Solo. Sekarang saatnya untuk membedah kembali karya-karya video yang telah dibuat untuk dikemas sebagai media peta hijau dalam format audiovisual. Seri pemutaran dan diskusi video report akan menjadi pengisi kegiatan selama tahun 2008 ini. Jangka Waktu: 2006 - 2008 4. Kajian Ruang Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta
Sebagai tindak lanjut dari lokakarya Ada Apa dengan Pusaka Budaya yang digelar oleh Komunitas Peta Hijau Yogyakarta bersama seniman Belanda Krijn Christiaansen awal Januari lalu, kawasan Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta akan dikaji kembali secara lebih dalam. Kawasan ruang publik di pusat kota yang dimiliki oleh Kraton Yogyakarta ini sarat dengan banyak aktivitas, baik yang bersifat tradisi maupun yang kontemporer. Bagaimana cara pandang dan apa saja pandangan masyarakat Yogyakarta terhadap kawasan ini? Serangkaian proses pemetaan dan diskusi kelompok terfokus akan mencoba menggali dan mendokumentasikan itu semua. Hasilnya akan berupa rekomendasi arah pengembangan kawasan Alun-Alun Utara ke depan. Jangka Waktu: 2008 - 2009 5. Seri Lokakarya Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) Kegiatan pemetaan tentu saja akan bersentuhan dengan proses pengumpulan, pengolahan, hingga publikasi data. Muncul pertanyaan, bagaimana cara menangani berbagai data, informasi, dan pengetahuan yang masing-masing punya nilai penting itu dengan pantas? Terlebih ketika semua itu punya potensi untuk dipublikasikan dan dipertukarkan melalui melalui berbagai media. Peta hijau yang ideal tentunya harus menghormati hak atas kekayaan intelektual yang terkandung di dalamnya. Komunitas Peta Hijau Yogyakarta menggelar seri lokakarya terbatas bagi pegiatnya untuk mendalami HaKI ini bersama para pegiat seni budaya dan media di Yogyakarta. Jangka Waktu: 2008 6. Peta Hijau Kotagede Memetakan kawasan pusaka Kotagede secara bertahap dengan menyesuaikan terhadap alur kegiatan kelompok warga Kotagede adalah strategi yang dilakukan dalam kegiatan ini. Pendokumentasian potensi Kotagede dilakukan berdasarkan agenda kegiatan yang sedang terjadi di Kotagede selama tahun 2008 hingga 2009 ke depan. Hasil setiap langkah pendokumentasian dalam peta yang dilakukan oleh tim Peta Hijau Yogyakarta itu kemudian akan didiskusikan pula secara mendalam bersama kelompok warga di Kotagede. Kompilasi dari setiap dokumentasi itu akan disimpan dalam versi dijital (online) dan cetak, yang dapat digunakan sebagai arsip kegiatan dan materi perencanaan kegiatan warga untuk kegiatan-kegiatan mereka ke depan. Jangka Waktu: 2008 - 2009
Agenda Pendampingan dan Dukungan Peta Hijau per 2008: 1. Medan, Sumatera Utara (kerjasama dengan Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara - USU) 2. Semarang, Jawa Tengah (kerjasama dengan Cafe Studio - Kelompok Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Soegijapranata Semarang) 3. Surakarta, Jawa Tengah (kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vastu Vidya Universitas Sebelas Maret - UNS)
|
| LAST_UPDATED2 |