Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Bergiat Bersama untuk Pelestarian Pusaka PDF Cetak E-mail
Yogyakarta
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Selasa, 09 September 2008 15:56

Agenda Berjejaring di Sisa Tahun

Belum lepas dari gelaran Temu Pusaka - Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) di Bukittinggi dan Sawahlunto pada akhir Agustus 2008 yang lalu, sejumlah gagasan telah muncul di benak peserta. Tak terkecuali bagi kami yang datang dari Yogyakarta; Peta Hijau (Green Map Indonesia) dan Senthir (Jogja Heritage Society Muda). Sangat disadari bahwa ada banyak potensi pengetahuan dan kegiatan yang dilakukan oleh setiap organisasi pelestari pusaka, sehingga sangat sayang jika tidak saling dikomunikasikan. Oleh karena itulah, sekembalinya ke Yogyakarta, sebuah rembug sederhana untuk membangun potensi berjejaring coba digulirkan bersama antara Peta Hijau Yogyakarta dan Senthir.

Sekilas dibaca memang tajuk berjejaring dalam pelestarian pusaka bukanlah hal baru. Di Yogyakarta sendiri telah ada Forum Jogja yang berisi lembaga pemerintah dan berbagai organisasi pelestarian pusaka di Yogyakarta. Pada tingkat nasional ada Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia (JPPI). Namun, harus diakui, bahwa konsep berjejaring yang seharusnya mudah itu kadang terbawa arus untuk menjadi rumit, sehingga tak banyak kegiatan bersama yang terwujudkan. Tidak mencoba untuk bermimpi membuat kegiatan baru, Peta Hijau Yogyakarta dan Senthir lebih berupaya untuk membangun semangat kebersamaan yang akan terus dipelihara ke depan. Sebagai langkah awal, dimulai dari berbagi agenda antara teman-teman Peta Hijau Yogyakarta dan Senthir. Dan, hal itu mampu memicu pertukaran agenda yang lebih, dari temen-temen yg bergiat di berbagai organisasi lainnya pula, yang hadir dalam obrolan santai jelang berbuka puasa di Momento Cafe, Senin, 8 September 2008 kemarin.

Add a comment
Selanjutnya...
 
Workshop Peta Hijau Solo 2008 PDF Cetak E-mail
Solo
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Senin, 18 Agustus 2008 21:59

Kampus Bengawan Jadi Awalan

Satu langkah lagi usai pengenalan peta hijau ke jaringan mahasiswa Solo yang telah dilakukan sejak tahun 2007 lalu. Sebuah workshop persiapan pemetahijauan Kota Solo akan diadakan dengan melakukan simulasi pemetaan di kawasan Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Tindak lanjut dari proses pembekalan ini adalah perencanaan kegiatan pemetahijauan Kota Solo yang akan dikoordinasikan oleh para mahasiswa bersama komunitas-komunitas lainnya di kota Solo.

Agenda:
09.00 - 10.00
- Pembukaan dan perkenalan
- Pre-test
- Mengenal Peta Hijau: Prinsip, Metode, Sistem Ikon

Add a comment
Selanjutnya...
 
Peta Hijau Sahabat Sepeda, Apa Lagi? PDF Cetak E-mail
Yogyakarta
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Sabtu, 16 Agustus 2008 01:33

Temukan Jawabnya Minggu sore (17/08) di Boulevard UGM

Iya, katanya sudah jadi dummy. Berarti tinggal cetak dan disebarluaskan, toh?

Wah, tapi, ternyata jalan yang harus ditempuh masih cukup panjang dan berliku. Kita masih harus berhenti di beberapa titik, baik untuk sekedar mengisi tenaga, memeriksa kembali perlengkapan kita, memastikan arah dan tujuan sudah tepat, mencari tahu siapa dan apa saja yang terlewat, maupun untuk mempersiapkan apa yang akan dilakukan ketika sudah sampai tujuan. Yup, tentu saja semua itu akan lebih ringan jika dilewati bersama-sama. Jadi, genjot bareng yuuk, mas..^^

Thomas, project coordinator, explains each content of the map Pakdjo explains his suggestion for this program

Hari Minggu lalu (10/08), bersama-sama dengan beberapa teman pegiat bersepeda, langkah meninjau kembali peta hijau dan kelengkapannya digelar di Kinoki, Kotabaru, Yogyakarta. Obrolan demi obrolan dalam kelompok kecil itu cukup intensif membahas setiap detail kategori yang dipetahijaukan, meliputi toko/pasar/persewaan sepeda, bengkel sepeda, parkir sepeda aman, lajur/jalur sepeda, jalur difabel, lajur/jalur teduh, organisasi penting, dan komunitas pesepeda. Tak luput juga membahas sistem pendukung kegiatan mobilitas non-motor, yakni titik-titik transportasi publik serta fasilitas parkir dan laju. Bagian tak menyenangkan di jalanan pun dipetakan dan ditajamkan lagi, meliputi titik-titik bahaya lalu lintas dan polusi udara. Tak lupa mencatumkan pula sebaran rumah sakit di perkotaan Yogyakarta dalam peta hijau sahabat sepeda ini.

Sejenak mengurai ulang seluruh data yang ada, ternyata masih ada beberapa data yang harus diperbaiki, juga ditambahkan. Beberapa rekomendasi berupa koreksi dan penambahan data telah dikumpulkan. Juga, rekomendasi terhadap desain dan layout peta agar lebih ramah pengguna. Oia, diputuskan pula untuk menambah perbendaharaan foto yang akan digunakan sebagai ilustrasi peta ini. Anang dan Thomas sudah bersepakat untuk mengoordinasikan proses pengumpulan foto yang diperlukan dalam dua minggu ini.

Add a comment
Selanjutnya...
 
Panduan Kegiatan Peta Hijau PDF Cetak E-mail
Panduan
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Kamis, 06 Maret 2008 07:00

Sila Unduh dan Beri Kami Masukan

Sebuah modul atau panduan kegiatan peta hijau telah diterbitkan sebagai e-book pada akhir Februari 2008 lalu untuk materi lokakarya Peta Hijau di Sumatera Utara yang baru lalu. Buku panduan ini merupakan purwarupa yang menjadi langkah awal penyusunan modul induk Peta Hijau yang akan dikerjakan selama tahun 2008 ini. Panduan Kegiatan Peta Hijau itu nantinya akan menjadi buku panduan induk yang diharapkan dapat mempermudah pegiat dan peminat peta hijau untuk mempelajari dan mengembangkan peta hijau secara lebih lanjut.

Add a comment
Selanjutnya...
 
Ramainya Workshop Peta Hijau Jakarta PDF Cetak E-mail
Jakarta
Ditulis oleh Bayu Wardhana   
Selasa, 12 Agustus 2008 00:00

Workshop Peta Hijau Jakarta akhirnya terlaksana dengan penuh antusias dari warga Jakarta. Perkiraan awal jumlah peserta hanya 25 orang, ternyata meluber hingga 70 orang. :)

Ya, itulah workshop Peta Hijau Jakarta yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2008 kemarin di markas ITDP (Institute for Transportation & Development Policy), Gd. Prasada Sasana Karya Lt. 1, Jl.Suryopranoto 8, Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Peta Hijau Jakarta untuk membuat Peta Hijau Jakarta yang diharapkan sudah bisa terbit pada akhir Oktober 2008.

 


Peta hijau sendiri adalah peta yang dibuat secara partisipatif oleh masyarakat / komunitas untuk menandai tempat-tempat yang hijau atau ramah lingkungan. Peta ini nantinya diharapkan berguna bagi masyarakat luas, untuk menemukan tempat-tempat yang ramah lingkungan, sehingga akan membantu peningkatan kualitas hidup bersama.

Workshop ini memang awalnya hanya dirancang untuk 25 orang. Penyelenggara beranggapan, mungkin tidak banyak orang yang tertarik dengan isu peta hijau beginian. Ternyata kami salah duga. Sampai hari terakhir pendaftaran, jumlah yang mendaftar sampai 85 orang. Akhirnya yang datang adalah 70 orang. Sebuah tingkat kehadiran yang tinggi (82% dari jumlah yang mendaftar), bila dibandingkan dengan acara-acara komunitas pada umumnya.

Melihat antusiasme yang tinggi, tentu sayang bila hanya dibatasi 25 orang saja karena harapan yang lebih utama adalah bagaimana menularkan semangat hidup yang lebih ramah lingkungan kepada banyak pihak. Oleh karenanya, penyelenggara pun memindahkan tempat workshop dari ruangan yang hanya cukup untuk 30 orang , ke ruangan yang dapat menampung 100 orang.

Undangan workshop pukul 09.00 WIB, namun peserta sudah berdatangan pukul 08.30 WIB. Hmmm..sebuah bukti antusiasme yang lain. Pukul 09.15 WIB workshop pun dimulai. Dibuka oleh Mas Marco Kusumawijaya yang menjelaskan soal sejarah dan tujuan peta hijau di Jakarta maupun di kota-kota lain.

Menurutnya, kondisi tahun 2008 ini berbeda dengan ketika awal-awal merintis peta hijau tahun 2002. Waktu itu isu lingkungan belum banyak orang yang tahu, kata Mas Marco. Tetapi pada tahun 2008 ini, kesadaran orang pada lingkungan sudah banyak yang tahu. Tantangannya bukan lagi soal bagaimana orang tahu, tetapi bagaimana orang mau berubah dan mempraktekkan, ucap Mas Marco penuh semangat. Lewat peta hijau inilah diharapkan akan membantu warga Jakarta untuk berani mengubah perilaku ke arah yang hijau.

Sessi berikutnya diisi oleh Mas Anto dari komunitas Bike2Work, Mas Anthony dari komunitas KRLmania, serta Mas Toro dari ITDP.

Mas Anto menjelaskan bagaimana komunitas sepeda ini memperjuangkan jalur sepeda di kota Jakarta. Peta jalur sepedanya sudah ada yang diusulkan, yaitu di sepanjang Sudirman-Thamrin, menyatu dengan jalur pejalan kaki (ini mirip dengan yang ada di kota-kota di Eropa). Namun tampaknya Gubenur Fauzi Bowo masih enggan mewujudkan jalur sepeda ini, karena beliau mensyaratkan ada dulu 1 juta pengguna sepeda di Jakarta. Ini seperti ayam dan telur, mana yang lebih dulu. Menurut kami, kalau jalurnya ada terlebih dahulu, maka akan menarik minat banyak orang untuk bersepeda, kata Mas Anto.

Add a comment
Selanjutnya...
 
Review Akhir Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta 2008 PDF Cetak E-mail
Yogyakarta
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Jumat, 08 Agustus 2008 20:31

Kinoki - Minggu, 10 Agustus 2008

Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta kita akan segera terbit. Wew.. sudah cukup lama prosesnya berlangsung sejak awal tahun 2007 lalu. Kita telah berhasil mengumpulkan sekian banyak data bersama banyak teman pula. Namun, masih ada satu langkah lagi sebelum peta itu kita cetak dan sebarluaskan, yaitu meninjau kembali kelengkapan dan kesahihan data yang ada tersebut.

Oleh karenanya, untuk menguji validitas data yang sudah terkumpul itu, sebuah sesi presentasi dan diskusi untuk meninjau peta hijau tsb pun akan digelar. Kita mengundang teman-teman untuk datang dan ngobrol bareng pada:

Dummy Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta (2008)

Hari, tanggal: Minggu, 10 Agustus 2008
Pukul: 17.00 - 19.00 WIB
Tempat: Bioskopnya Kinoki Jl. Abu Bakar Ali No. 2 Kotabaru, Yogyakarta
Agenda:
- presentasi dummy Peta Hijau Sahabat Sepeda
- tinjau data Peta Hijau Sahabat Sepeda
- diskusi rencana kegiatan ke depan

Add a comment
Selanjutnya...
 
Ajakan Terbuka dari Bilik Siar PDF Cetak E-mail
Jakarta
Ditulis oleh Bayu Wardhana   
Kamis, 07 Agustus 2008 10:25

Peta Hijau Jakarta segera Diwujudkan

Topik Wikimu on air bersama DRadio 103,4 FM, hari Senin lalu (4 Agustus 2008) tentang pembuatan Peta Hijau Jakarta menghadirkan Mas Nirwono Joga atau yang dikenal sebagai Mas Yudi sebagai narasumber. Mas Yudi adalah koordinator pembuatan peta hijau ini.

Seperti biasa, siaran ini dipandu oleh Mbak Riri dan Mas Uya dari DRadio. Sebagai penggembira dari Wikimu, ada Mas Errr dan aku sendiri, Bayu Wardhana. Siaran pun dimulai tepat pukul 10.00 sampai 11.00 WIB.

Nirwono Joga (Yudi), Koordinator Peta Hijau Jakarta 2008

Sesi pertama, Mas Yudi menjelaskan apa itu peta hijau atau green map. Peta hijau adalah peta yang dibuat oleh masyarakat sendiri untuk menandai tempat-tempat yang hijau/ramah lingkungan, juga dari sisi sosial budaya.

Tempat yang hijau atau ramah lingkungan, tidak hanya berupa taman, hutan kota, danau, tapi juga lokasi-lokasi yang membantu/mendorong orang untuk hidup lebih ramah lingkungan. Contohnya; outlet yang menjual bahan pangan organik, tempat pembuatan kompos, daur ulang kertas, pengolahan sampah plastik, kerajinan dari barang-barang recycle, tempat pengamatan burung, kebun binatang, gedung mal yang ramah lingkungan, dan sebagainya.

Sementara, yang dimaksud dengan tempat sosial budaya, adalah seperti museum, situs bersejarah, ruang publik (taman, plaza), gedung kesenian, pusat ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Mengapa tempat-tempat ini masuk ke dalam peta hijau? Sebabnya, di tempat-tempat inilah kita bisa belajar dan mengenal (sejarah, ilmu, interaksi) masyarakat kita sendiri.

Selanjutnya Mas Yudi menjelaskan rencana pembuatan Peta Hijau Jakarta 2008. Tahun-tahun sebelumnya, diceritakan, komunitas Peta Hijau Jakarta pernah membuat beberapa peta hijau, tapi dalam kawasan tertentu, meliputi Kebayoran Baru, Menteng, Kemang, dan Jakarta Kota (Kota Tua). Peta hijau terakhir dibuat pada tahun 2005 untuk kawasan Jakarta Kota.

Tahun ini, geliat komunitas Peta Hijau Jakarta mulai bergerak kembali. Rencananya membuat peta hijau dengan berbasiskan pada sepanjang kawasan yang dilewati jalur TransJakarta dan kereta api listrik. Mengapa jalur transportasi massal ini dipilih? Menurut Mas Yudi, pengguna TransJakarta dan kereta api listrik secara langsung berperilaku hijau karena menghemat kadar emisi karbon yang dikeluarkan, bila dibandingkan dengan penggunaan kendaraan pribadi. Lewat peta hijau ini, masyarakat diajak untuk lebih memilih menggunakan transportasi massal ini.

Ada yang memberi tanggapan via sms, menggunakan TransJakarta sekarang justru lama pada saat antre masuk. Lalu ada pula yang menanyakan soal taman Ayodya yang tidak segera dibangun. Apakah peta hijau ini akan memberi informasi jalan-jalan pintas atau tikus yang menghindari kemacetan?

Add a comment
Selanjutnya...
 


Halaman 9 dari 11

15 Tahun Green Map


Peta Jaringan

Peta Hijau Indonesia

Klik Peta Hijau Indonesia -- Jaringan Komunitas Green Map di Indonesia yang berupaya mewadahi berbagai inisiatif lokal menuju terciptanya kehidupan yang sehat dan berkelanjutan dengan menggunakan metode Green Map dan pengembangannya.

Galeri Foto

Open Green Map

OpenGreenMap

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


Kompas

Tidak Ada

GreenMap.Org


Pemeta Hijau

twitter

gms

You are here  : Home