|
Cinta Jakarta dengan Peta Hijau |
|
|
|
|
Jakarta
|
|
Ditulis oleh Riyanti Pakpahan
|
|
Kamis, 15 Oktober 2009 18:11 |
|

Dalam rangka jelang peringatan 10 tahun Peta Hijau Jakarta (PHJ) tahun depan, komunitas PHJ menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang meliputi pembuatan peta hijau, tur peta hijau dan pameran peta hijau. Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah Pameran Peta Hijau, mulai tanggal 10 hingga 25 Oktober 2009, yang digelar di Sekretariat Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Jl. Veteran I No. 27 Jakarta Pusat.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Meninjau Kota Sepeda dari Sudut yang Tepat |
|
|
|
|
Yogyakarta
|
|
Ditulis oleh Elanto Wijoyono
|
|
Minggu, 27 September 2009 21:23 |
|
Langkah Lanjut Kegiatan Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta
Kalimat berita tanpa subjek di atas sejatinya adalah sebuah kalimat pertanyaan. Setelah euforia bersepeda kembali terbit di kota Yogyakarta dalam kurun waktu paling lama dua tahun terakhir, hal apa saja yang bisa kita nilai dari perkembangan yang ada itu? Ada beragam pertanyaan yang muncul yang harus segera disikapi.

|
|
Selanjutnya...
|
|
Bermain Peran di Ranah Tata Niaga Pertanian |
|
|
|
|
Malang
|
|
Ditulis oleh Kristanti Wisnu Aji Wardani
|
|
Senin, 31 Agustus 2009 05:57 |
|
Metode Alternatif Pengenalan Peta Hijau 
RI Terjebak Impor Pangan, begitu tajuk utama pada harian KOMPAS edisi Senin, 24 Agustus 2009. Disebutkan di dalamnya beberapa komoditas yang harus diimpor oleh Indonesia antara lain gula, daging sapi, garam, susu, kedelai, dan gandum. Ironis untuk sebuah negara kepulauan yang bahkan harus mengimpor garam untuk memenuhi kebutuhan nasionalnya. Fenomena ini juga digambarkan dalam kartun Sukribo dengan judul “..Korban Swasembada...” (KOMPAS edisi Minggu, 30 Agustus 2009). Hmmm, kira-kira komoditas apa lagi yang harus diimpor oleh negara yang sering disebut mempunyai kekayaan alam yang melimpah ini?
|
|
Selanjutnya...
|
|
Selamat Datang di Universitas Peta Hijau! |
|
|
|
|
Ragam
|
|
Ditulis oleh Hani Raihana
|
|
Rabu, 22 Juli 2009 22:08 |
|
Dari Refleksi Menuju Strategi

Tiga hari saja, Jumat-Minggu (17-19 Juli 2009), kami, para pegiat peta hijau daerah bertemu untuk membahas, merumuskan, dan menikmati proses bersama tentang Green Map. Anda yang belum pernah dengar, Green Map atau Peta Hijau adalah kelompok yang berupaya mengembangkan pendidikan pengenalan lingkungan melalui langkah pemetaan. Beberapa kali diangkat di media massa, Green Map seolah menjadi komunitas yang hangat muncul saat demam global warming melanda dunia. Padahal tidak. Peta Hijau Indonesia muncul di awal dekade ini dengan penggagas Marco Kusumawijaya, yang kemudian menjalar ke Yogyakarta dan dikembangkan oleh Rohman Yuliawan dan kawan-kawan. Memang setelah histeria global warming, setidaknya Peta Hijau Yogyakarta kerap kali diundang berpartisipasi, mulai dari kampus, pemerintah, masyarakat, sekolah, hingga on air di radio. Hingga saat ini puluhan Peta Hijau telah dihasilkan, dan puluhan kawasan telah terpetakan oleh pemeta hijau di seluruh Indonesia. Konsep ini mirip yang dikatakan Rinto Andriyono (IDEA), fasilitator salah satu sesi pertemuan, bahwa Peta Hijau berkembang dengan pola bintang laut. Saat satu kakinya lepas (pergi meninggalkan tempat ia ikut dalam komunitas Peta Hijau), kemudian orang tersebut mampu menginisiasi dan mengembangkan Peta Hijau di daerah barunya. Mengapa mau? Padahal, tidak ada kewajiban dan job description khusus yang tersemat pada yang bersangkutan?
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Komunitas Green Map dan Perjuangan Mewujudkan Kota yang Ideal |
|
|
|
|
Ragam
|
|
Ditulis oleh Resfaniarto Indraka
|
|
Kamis, 09 Juli 2009 10:17 |
Menuju kota yang ideal
Perencanaan adalah proses yang berlanjut, terdiri dari keputusan atau pilihan dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya yang ada, dengan sasaran untuk mencapai tujuan tertentu di masa mendatang (D. Conyers dan Hills). Perencanaan dalam sebuah kota bertujuan memilih berbagai alternatif tujuan agar tercapai kondisi kota yang ideal (good city). Adapun kota yang ideal (good city) menurut Kevin Lynch mengandung lima kriteria; vitality, sense, fit, access, control, dan dua meta kriteria; efficiency and justice.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Jelajah Peta Hijau Jakarta bersama Sahabat WWF |
|
|
|
|
Jakarta
|
|
Ditulis oleh Riyanti Pakpahan
|
|
Selasa, 07 Juli 2009 19:17 |
|
Menelisik Anasir Hijau di Pusat Metropolis
Komunitas Peta Hijau Jakarta mengadakan kegiatan jelajah “Wisata Hijau Jakarta” pada hari Sabtu, 4 Juli 2009. Jelajah yang bekerja sama dengan WWF (World Wildlife Fund) Indonesia ini diikuti sekitar 60 orang peserta, termasuk para sahabat WWF. Hadir pula suporter kehormatan WWF, Davina Hariadi. Peserta diajak mengunjungi tiga lokasi peta hijau, yaitu Waduk Setiabudi, Taman Tangkuban Perahu, dan Rumah berarsitektur hijau. Wisata Hijau Jakarta ini bertujuan mengajak masyarakat agar lebih mengenal lingkungan dan kehidupan kota Jakarta, khususnya ruang terbuka yang masih hijau, dengan memanfaatkan moda transportasi publik dan berjalan kaki.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Borobudur
|
|
Ditulis oleh Elanto Wijoyono
|
|
Rabu, 01 Juli 2009 17:50 |
|
Tak Sekedar Berkunjung dengan Jelajah Peta Hijau
Kapan Anda terakhir berkunjung ke Borobudur? Apa saja yang Anda temui dan lakukan di Borobudur?
Puaskah
Anda hanya mendapatkan pengalaman mendaki dan berfoto Candi Borobudur
di antara kerumunan pengunjung lain selama di Borobudur? Tahukah Anda
bahwa selain kemegahan Candi Borobudur, kawasan ini memiliki beragam
potensi yang bisa dilihat dan dialami. Bukti keberadaan danau purba,
sungai-sungai besar di keempat penjuru, deretan bukit mempesona, hingga
sisa-sisa struktur kuno adalah hal menakjubkan lain yang bisa dialami
di Borobudur. Dinamika penduduk dengan beragam kesenian, makanan,
kerajinan tangan, dan gaya hidup, mulai dari yang tradisional hingga
yang berwarna kekinian lebur dalam budaya di Desa Borobudur.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 4 dari 11 |